Minggu, 17 Juni 2012

Cerita Mamah


Dalam hidup ini aku selalu merasa yang paling benar. Melawan semua kata mereka, bahkan kupernah merasa tak butuh mereka. Tak ku sadari tanpa mereka aku bukan apa apa. Aku ingin menjadi  bintang yang paling bersinar. keinginanku mungkin terlalu besar atau aku hanya malas tuk menggapainya.
Mamahku sangat sibuk dengan dirinya. Mamah tak pernah mengeluh, padahal aku tahu mamah pasti sangat lelah dengan keadaannya. Bayangkan saja dari terbitnya matahari ia sudah beraktifitas. Hingga bulan berada tepat diatas kepalaku ia belum juga beristirahat. Ia masih mengajak ku berbicara, tapi ku malah mencemoohnya. Aku sibuk dengan kesendirian ku, sibuk menonton film, memainkan ponsel ku dan menulis kata” yg ga jelas apa maksudnya. Sempat ku berfikir aku salah apa mamah benar. Aku rasa ini bukan masalah salah atau benar, ini masalah keadaan. Mungkin saat ini kalian menilai mamah benar dan aku salah, tunggu dulu..
jangan pernah menilai seseorang secepat mata melihat dan lidah membaca, karena kalian tak tahu apa yg aku dan mamah lakukan dibalik peristiwa lainnya. Menyayangi itu tidak hanya satu tapi banyak cara.

Dalam hidup ini aku hanya pernah memberikan kado ulang tahun kepada dua wanita. Aku kesal, Mamah selalau sibuk dengan diri dan aktifitasnya. Mamah lupa atau sengaja bahwa disini ada aku yg membutuhkan motivasi semangat dan kasih sayangnya. Tak ada lagi keharmonisan yg terjadi antara aku dengan mamah. Hingga akhinya aku pun menyibukkan diriku sendiri yg mungkin bisa dibilang sangat aneh oleh wanita itu dan mereka, dengan usiaku saat ini. Mereka itu berbeda dengan ku, mereka mempunyai aktifitas yg membuat mamah senang mungkin bahagia.
Tapi ini lah aku yg ga akan pernah bisa menjadi mereka.

Entah kenapa pada suatu malam aku sangat ingin membuka isi dompet mamah. Lantas saja aku membuka dompet mamah tanpa sepengetahuannya. Dan ternyata malam itu pun wanita itu berulang tahun, mungkin hanya aku yg tahu diantara mereka. Ingin sekali aku merayakan ulang tahunnya, tapi ku tak punya apa” tuk merayakannya. Malam itu pun aku hanya mengambil selembar kertas karton putih dan beberapa pena yg tergeletak dilemari kerja mamah.
aku hanya menulis ..

untuk mamah ku tercinta
Mamah..
Akhirnya kutemukan juga jodoh ku
seseorang bagai kau sederhana dalam
tingkah dan bicara serta sangat menyayangi
Mamah..
Burung dara jantan yg sejak dulu kau pelihara
kini terbang dan menemui jodohnya
Mamah..
Aku telah menemukan jodoh ku
jangan lah kau cemburu
hendaklah hatimu yg baik itu mengerti
pada waktunya aku mesti kau lepas pergi
Mamah..
Seharusnya kau pun tahu kini jodoh ku
tlah menghilang ntah kemana
seharusnya kau pun tahu mengapa aku begini
Mamah..
Mungkin waktu ini hanya itu yg bisa kuberikan disaat kebesaranmu nanti
Selamat Ulang Tahun Mamah Semoga Panjang Umur Dan Sehat Selalu

Tulisan itu aku buat sebagus mungkin dengan sebisa ku. Lalu kutempelkan dicermin tempat biasa mamah menjalankan ibadahnya. Keesokan harinya seperti tak ada kejadian apa apa. Tak ada ucapan yg keluar dari mulut mamah yg membuat ku tersenyum. Tak ada pelukan hangat yg sangat kuharapkan darinya, yang ada hanya beberapa kata dari mereka. Dan mamah pun berseru ..
” ada ada saja kelakuan mu nak “

Terulang kembalilah seperti biasa mamah sibuk dengan aktifitasnya mereka pun juga. Aku pun kembali.. menonton film, bermain ponsel dan menulis kata” yg ga jelas apa maksudnya.
Tak hentinya kubertanya tanya ..
Aku sayang Mamah apa Mamah sayang Aku ?

terkadang orang tua sangat amat menginginkan apa yg mereka fikirkan dan tak mau memikirkan apa yg sang anak inginkan.. begitupun sebaliknya
inilah hidup yg penuh dengan tanda tanya ?
dan tanpa kalian sadari pun kalian tlah membaca tulisan yang ga tau apa itu maksudnya ,,, hehehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar