14 February 2014, entah dimana..
semua pasangan melewati malam bersama kekasihnya. Bersuka ria, bercanda dan tertawa. Dalam memadu rasa semuanya terlihat indah. Terlihat sempurna. Berpadu dengan langit malam yang cerah. Di sana hanya sedikit sapuan awan putih bersih, berarakan, beriringan, yang sesekali menutupi wajah rembulan. Redup sejenak, kemudian terang kembali.
Semua orang berbahagia malam itu, kecuali Ochid. Dia sedang berdemonstrasi, protes kepada dewa asmara.
"Apakah karena kau dewa, lalu kau dapat berbuat sekehendak hatimu?"
murka ochid kepada bulan yang setia menemani malamnya.
"Kau menjadi dewa, karena adanya aku!" tambahnya lagi. Sementara kepalanya mendongak dan matanya memandang ke langit. Tiba-tiba ochid terdiam, teringat perkataan temannya. "kalau hidup itu berpasang pasangan, maka pasangan kebahagiaan adalah penderitaan, jadi wajar dong ada orang yang berbahagia di atas penderitaan lo!". Cukup lama dia memandang ke langit, sebelum akhirnya lelah juga. Lehernya mulai pegal-pegal. Dipijatnya tengkuk sendiri, kemudian segera masuk ke kamarnya.
Di kamar Ochid duduk menyender pada tembok seakan hanya tembok yang mengerti perasaannya. Memainkan handphone dan menyetel lagu yang sesuai dengan suasana hati "kiss the rain".
Kembali terkenang malam tahun baru terindah yang pernah di alaminya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar