Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan
bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua. Disana
terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi Muhammad
shallallah 'alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah, konflik
antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan negara-negara
Eropa, konflik antara Musa dengan Fir'aun, bahkan konflik antara Yusuf
'alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-ujungnya adalah konflik
abadi antara Allah Ta'ala dengan iblis laknatullah 'alaih.
Kalau memahami konflik ini hanya secara lokal dan temporer, yakinlah
Anda akan tersesat dalam frustasi. Kondisi Ummat Islam di jaman modern
yang penuh kesulitan dan derita, merupakan bagian dari konflik ini.
Yahudi sendiri adalah bangsa "terkuat di dunia", dalam arti: merekalah
satu-satunya ras manusia yang berani konfrontatif melawan kehendak Allah
Ta'ala.
Maka janganlah heran dengan kezhaliman Yahudi saat ini di Palestina. Ia
adalah sebagian penampakan atau konsekuensi dari dendam sejarah mereka.
Awalnya, Bani Israil hanyalah sebuah kaum dengan perilaku tertentu.
Perjalanan sejarah mereka yang sangat panjang melahirkan watak durjana
luar biasa. Dan ternyata, watak Bani Israil itu "telah disiapkan" untuk
menjadi cobaan di akhir jaman. Dulu para ahli tafsir merasa heran,
mengapa Al Qur'an banyak sekali bicara tentang Yahudi? Padahal setelah
tercerai-berai di Madinah, mereka nyaris lenyap (mungkin karena eksodus
keluar dari negeri-negeri Islam). Karena itu sebaik-baik usaha untuk
melawan Yahudi adalah memahami sifat-sifat mereka dalam Al Qur'an
(khususnya Surat Al Baqarah). Dan satu lagi, yakinlah bahwa serangan
Israel ke Gaza bukan serangan terakhir mereka. Itu hanya delay sebelum
go with new aggression!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar